Penilaian Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Kabupaten Tahun 2018

Keberhasilan program kesehatan tidak bisa lepas dari kinerja tenaga kesehatan, oleh karena itu untuk memberikan motivasi dan penghargaan kepada tenaga kesehatan yang telah bekerja dengan baik maka dilakukan pemilihan tenaga kesehatan teladan. Kegiatan ini diharapkan menjadi satu motivasi untuk meningkatkan minat tenaga kesehatan bekerja di puskesmas sehingga dapat mendorong terciptanya tenaga kesehatan yang bersikap nasionalis, etis dan profesional, memiliki semangat pengabdian yang tinggi, berdisiplin, kreatif, berilmu, terampil, berbudi luhur serta dapat memegang teguh etika profesi.

Untuk tahun 2018 Kabupaten Klungkung mengirimkan 9 tenaga kesehatan teladan untuk 9 kategori, diantaranya adalah:

dr. Ida Ayu Ketut Sri Handayani

Adalah tenaga kesehatan dari Puskesmas Dawan I untuk kategori dokter. Adapun kegiatan kegiatan inovasinya adalah:

  1. Mobile- Klinik Berhenti Merokok
    Merupakan layanan berhenti merokok keliling yang dilaksanakan terintegrasi dengan kegiatan posbindu PTM dan screening PTM. Adapun kegiatan Mobile-KBM meliputi :
    • Pemeriksaan PTM
    • Konseling Faktor resiko PTM (merokok)
    • Pemeriksaan dan konseling KBM
  2. Griya Insani
    Merupakan pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif penderita ODGJ yang terdiri atas kegiatan:
    • Psikoedukasi keluarga ODGJ
    • Pemeriksaan dan pengobatan ODGJ
    • Pemberdayaan dan kreatifitas ODGJ yang sudah stabil seperti :membuat dupa, menggambar, melukis, bermain music atau catur sesuai dengan hobi para ODGJ.

drg. I Dewa Ayu Purnami

Merupakan tenaga kesehatan teladan untuk kategori dokter gigi dari Puskesmas Klungkung 1. Kegiatan inovasinya adalah GUSI GITA.

GUSI GITA (Gerakan Terpadu Sayangi Gigi Balita) merupakan suatu gerakan kerjasama lintas program dan sektoral guna meningkatkan kesehatan gigi dan mulut pada anak balita dan anak usia sekolah. Adapun kegiatan GUSI GITA pertama kali dilakukan di Posyandu dengan 3 program yaitu GUSI GITA dengan program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), dengan program UKBM, dan dengan program gizi.

Kadek Eddy Dwi Cahyadi, S.Farm.Apt

Adalah tenaga kesehatan teladan dari Puskesmas Klungkung 1 untuk kategori farmasi. Adapun program inovasinya adalah

1. Link LPLPO

Merupakan laporan pemakaian dan lembar permintaan obat yang merupakan dokumen resmi untuk laporan obat di puskesmas. Tujuannya untuk mempermudah dalam membuat laporan LPLPO dan meminimalisir kesalahan pembuatan laporan. Sebagai permulaan, program ini sudah dibuatkan aplikasinya untuk selanjutnya dicobakan di 3 Puskesmas Pembantu.

2. Made Kloram

Made Kloram (Mobile Apoteker Dalam Edukasi Kolaborasi Program) merupakan program inovasi apoteker dimana apoteker puskesmas tidak hanya berada di dalam ruang pelayanan apotek saja namun mobile untuk melakukan edukasi kepada sasaran yang berkerjasama dengan program lainnya.
Made Kloram yang pertama muncul di Puskesmas Klungkung 1 adalah Made Kloram pemberian vitamin A dan obat cacing baik di Posyandu maupun di sekolah. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kegunaan vitamin A dan obat cacing. Di sini sasarannya adalah ibu balita, ibu guru, siswa dan kader di wilayah Puskesmas Klungkung 1, adapun kegiatannya antara lain memberikan penyuluhan, memberikan vitamin A dan obat cacing langsung kepada sasaran, serta mengevaluasi kegiatan.

Luh Putu Purwaningsing, S.KM

Merupakan tenaga kesehatan teladan untuk kategori Kesehatan Masyarakat dari Puskesmas Dawan 1. Program inovasinya adalah GABERDES.

GABERDES (Gerakan Bersih Desa) merupakan program untuk menindaklanjuti masalah kesehatan yang di temukan di lapangan secara bersama-sama lintas program ataupun lintas sektor terkait, baik yang ditemukan melalui hasil pencapaian program ataupun PIS-PK. Dengan program Gaberdes ini masalah yang ditemukan segera dapat ditanggulangi.

I Ketut Saniasa, A.Md.Kl

TEMPAT KERJA          : UPT. PUSKESMAS KLUNGKUNG II

PROGRAM INOVASI   : CAMAT MAS

RINCIAN                      : CAMAT MAS ( Cara Masyarakat Menuju Deklarasi Stop Buang Air Besar  Sembarangan )bertujuan mempercepat terwujudnya ODF di Desa.

Kegiatan  dari  inovasi ini  terintegrasi melalui  program SAKA SAKTI yaitu  kunjungan rumah dengan mengutamakan kunjungan KK miskin yang tinggal di geografis kurang baik atau akses yang jauh dari fasilitas kesehatan, dan  program Penyuluhan/ Meningkatkan edukasi ke sekolah  sertamasyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat dilakukan dengan melakukan penyuluhan dan penyebaran poster danfamplet.

6.  BIDAN

 NAMA                          : NI KETUT RAI SUNARTI, A.MD.KEB

TEMPAT KERJA          : UPT. PUSKESMAS NUSA PENIDA I

PROGRAM INOVASI   : Koper Mas Moni

RINCIAN                      : Koper Mas Moni (Komitmen, Pernyataan, dan Pemasangan Stiker Pnemonia)  merupakan layanan kesehatan bayi/balita dengan cara membuat komitmen dengan tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat, membuat surat pernyataan  Suami/Ibu hamil yang akan melahirkan, dan pemasangan stiker pneumonia kerumah Suami/Ibu hamil yang akan melahirkan.

7.   PERAWAT

NAMA                           : NI NYOMAN PURNAMIANING DEWI, A.MD.KEP

TEMPAT KERJA          : UPT. PUSKESMAS NUSA PENIDA I

PROGRAM INOVASI   : Pelayanan IVA dan KBM Keliling.

RINCIAN                      : IVA (Inveksi Visual Asam Asetat) adalah pemeriksaan leher Rahim (serviks) dengan cara melihat langsung (dengan mata telanjang) leher Rahim setelah memulas leher Rahim dengan larutan asam asetat 3 sampai dengan 5%. Dengan cara ini kita dapat mendeteksi kanker Rahim sedini mungkin.

KBM (Klinik Berhenti Merokok) adalah salah satu kegiatan promotif dan preventif dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular yang di tujukan kepada perokok aktif. Untuk meningkatkan Kunjungan IVA dan KBM perlu dilakukan dengan memperluas jangkauan pelayanan dengan system.

8.  ANALAIS  LABORATORIUM

NAMA                           : NENGAH MAHENDRA

RISANU, A.MD.AK

INSTANSI                     : UPT. PUSKESMAS NUSA PENIDA I

PROGRAM INOVASI   : Instruksi Kerja Laboratorium

                           Dalam Bentuk Visual Audio Elektronik.

RINCIAN                      : Instruksi kerja laboratorium meruakan tata carra pelaksanaan pekerjaan atau operasional peralatan di laboratorium yang hanya melibatkan satu fungsi saja serta mengatur secara rinci dan jelas suatu aktifitas. Intruksi Kerja disediakan untuk membantu seseorang dalam melakukan pekerjaan dengan benar.

9.   GIZI

NAMA                           : NI WAYAN EKAYANTI,

A.MD.GZ

TEMPAT KERJA          : UPT. PUSKESMAS NUSA PENIDA I

PROGRAM INOVASI   : ANAKKU BUKAN ANAK SAPI

RINCIAN                      : Anakku Bukan Anak Sapi meningkatkan capaian ASI Eksklusif pada bayi. ASI Eksklusif adalah bayi baru lahir hingga umur 6 bulan hanya di beri air susu ibu sajja tanpa diberikan makanan atau minuman lain kecuali obat atau vitamin.

Komentar